{"id":465,"date":"2011-02-10T11:32:21","date_gmt":"2011-02-10T04:32:21","guid":{"rendered":"http:\/\/whplus.com\/blog\/?p=465"},"modified":"2011-02-10T11:44:32","modified_gmt":"2011-02-10T04:44:32","slug":"tiga-tantangan-profesi-teknologi-informasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.whplus.com\/blog\/2011\/02\/10\/tiga-tantangan-profesi-teknologi-informasi.html","title":{"rendered":"Tiga Tantangan Profesi Teknologi Informasi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Saya baru saja membaca prediksi dari IDC, sebuah  lembaga riset yang fokus pada Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).  IDC menyatakan bahwa negara-negara di Asia akan menikmati pertumbuhan  TIK yang luar biasa, yang dimotori oleh China, India, Indonesia,  Vietnam, dan Filipina. Kesempatan kerja dan berkarir terbuka lebar bagi  Anda semua. Bahkan perebutan dan saling bajak tenaga kerja dibidang TIK  sangat terasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanpa terasa, saya sudah berkecimpung di dunia TIK  selama lebih dari 25 tahun. Beberapa pelajaran telah saya petik dan  ingin saya bagikan kepada Anda semua. Namun demikian, sebelumnya saya  ingin menyampaikan beberapa hal di dunia TIK, dan tantangan saya bagi  Anda.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>TIK dan Karya Anak Bangsa<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">TIK  berkembang sangat pesat dan sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan  dari hidup kita. Pengguna Internet di Indonesia telah mencapai 45 juta  tahun lalu, berdasarkan data dari Kementrian Kominfo, sementara telepon  selular pun tumbuh sangat pesat dan saat ini mencapai 180 juta pelanggan  atau 80% penduduk Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di bidang social media, pengguna  Facebook di Indonesia mencapai 33 juta, dan menempati peringkat nomor 2  di dunia setelah Amerika. Sementara itu, pengguna Twitter di Indonesia  sebanyak 6,24 juta, berdasarkan data pada September 2010.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertanyaan  yang harus kita jawab adalah, apakah kita telah memanfaatkan teknologi  tersebut untuk hal-hal yang produktif, yang memajukan dan  mensejahterakan bangsa kita? Ataukah teknologi itu hanya menjadi sarana  hiburan dan menjalin silaturahmi online saja? Lalu, apakah kita hanya  bertindak sebagai pengguna saja, atau ikut memproduksi\u2014baik itu  perangkat keras, perangkat lunak, serta kontennya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita sering  dibuat sedih karena sementara pertumbuhan makro ekonomi di Indonesia  baik, tetapi pertumbuhan tersebut lebih didorong oleh konsumsi saja. Hal  ini membuat kita lebih menjadi penikmat keringat orang luar negeri.  Akibatnya, penciptaan lapangan kerja di Indonesia masih terbatas dan  angka kemiskinan pun masih tinggi. Di bidang TIK pun, hal ini  terjadi\u2014produk yang kita nikmati kebanyakan adalah produk impor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kabar  baiknya, kini lebih banyak kesempatan bagi kita untuk tidak sekadar  menjadi pengguna tetapi juga menjadi pencipta. Di bidang konten  misalnya, Fahma Waluya Rosmansyah adalah pembuat aplikasi Nokia Ovi  Store yang termuda. Berusia 12 tahun, Fahma berhasil menjuarai APICTA  (Asia Pacific ICT Award) untuk kategori Secondary Student Project.  Karyanya yang berupa game edukasi kini dipasarkan di seluruh dunia  melalui Nokia Ovi Store. Kalau anak berumur 12 tahun saja bisa, masa  Anda tidak?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, tantangan pertama yang saya berikan kepada Anda adalah untuk bersama-sama membangun kemampuan menjadi  produsen TIK. Anda bisa berperan sebagai produsen itu sendiri, maupun  sebagai fasilitator bagi tumbuh dan berkembangnya karya-karya anak  bangsa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana cara menjadi fasilitator? Caranya adalah dengan  menggunakan produk karya Indonesia bila ada. Jadi, setiap kali akan  membeli produk TIK, kita perlu bertanya, apakah sudah ada produk serupa  yang merupakan karya anak bangsa? Jika ada, coba kita pertimbangkan  untuk menggunakannya. Dan bila tidak ada, itu adalah peluang bagi kita  untuk membuatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya yakin kesempatannya banyak. Pada jaman di  mana perubahan terjadi dengan sangat cepat seperti sekarang ini, yang  dibutuhkan adalah keinginan untuk mencari peluang untuk melakukan  inovasi. Selagi Anda masih muda, cobalah hal-hal baru yang berbeda, yang  inovatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itu tadi tantangan pertama. Gunakan produk Indonesia kalau sudah ada. Kalau belum ada, Anda bisa membuatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>TIK sebagai Katalisator Kemajuan Bangsa<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">TIK  telah dan akan memberikan kontribusi yang signifikan untuk meningkatkan  produktivitas, kreativitas, serta daya saing individu, organisasi, dan  bangsa. Penelitian Bank Dunia atas 120 negaradengan basis data tahun  1980-2006, yang disajikan dalam laporan InfoDev 2009, menunjukkan bahwa  penetrasi broadband sebesar 10% di negara sedang berkembang akan  meningkatkan GDP sebesar 1,38%.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai praktisi TIK, kita wajib  mendorong pemanfaatan TIK untuk memecahkan berbagai masalah bangsa.  Salah satu masalah terbesar yang dihadapi bangsa kita adalah maraknya  korupsi. Dibutuhkan peran serta berbagai pihak untuk memecahkannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sistem  informasi yang baik dapat mendukung transparansi dan tata kelola yang  baik (good governance). Ketika e-government diterapkan dengan baik, bagi  masyarakat ini berarti layanan yang lebih mudah diakses. Bagi komunitas  bisnis, hal itu akan mengurangi beban pengurusan administrasi dengan  memanfaatkan internet. Sementara bagi kantor-kantor pemerintah, itu  berarti efisiensi dan efektivitas kerja yang menurunkan biaya, pelaporan  yang lebih mudah, dan pengukuran kinerja yang lebih jelas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya  saja, 77% kasus korupsi yang ditangani KPK adalah menyangkut pengadaan.  Daerah-daerah yang telah berhasil menerapkan e-procurement dapat  mencegah korupsi karena adanya peluang kontak langsung antara penyedia  jasa dengan petugas pengadaan menjadi lebih kecil. Proses pun menjadi  lebih transparan dan lebih mudah diaudit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Studi yang dilakukan  oleh KPK menunjukan penerapan e-procurement telah menghasilkan  penghematan anggaran sebesar 23.5% dan penghematan HPS (Harga Penetapan  Sendiri) sebesar 20%. Penghematan waktu pelaksanaan pun terjadi, dari  rata-rata 36 hari menjadi 20 hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi tantangan kedua adalah,  sebagai praktisi dan calon praktisi TIK, kita semua harus mendorong  penerapan TIK untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola yang baik.  Dengan demikian kita berharap korupsi dapat ditekan. Jadi kita tidak  lagi disuguhi tontonan Gayus di televisi setiap hari, tetapi melihat  tokoh-tokoh TIK menjadi pejuang antikorupsi melalui penerapan TIK yang  baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kuasai Softskills<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sepanjang lebih  dari 25 tahun berkecimpung di bidang TIK, saya telah merekrut ratusan  praktisi TIK. Dari situ saya menemukan pola bahwa mereka yang sukses  adalah mereka yang tidak saja mahir berbicara dengan komputer, tetapi  juga mahir berkomunikasi dan berkolaborasi dengan bahasa manusia.  Implementasi TIK hanya bisa berhasil bila kita bisa membuatnya  dimengerti oleh orang awam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, jangan berusaha untuk terlihat  pandai dengan menggunakan bahasa-bahasa yang memusingkan, tetapi  kuasailah seni berkomunikasi yang mampu membuat orang tertarik untuk  memanfaatkan TIK secara maksimal. Demikian pula perkembangan TIK yang  demikian cepat telah membuat kolaborasi antarnegara dan antarorganisasi  yang difasilitasi oleh internet dan TIK\u00a0 menjadi bagian dari kegiatan  sehari-hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perusahaan kini bisa menjalankan operasinya secara  terintegrasi di berbagai negara. Misalnya tim TIK ada di India dan  Indonesia, pengadaan dilakukan China, call center di Filipina, sementara  pusat administrasi pelanggan dilakukan di Malaysia. Tenaga kerja masa  kini harus mampu bekerja dalam TEAM dan menyelesaikan suatu pekerjaan  dengan kolaborasi antarorganisasi dan antarnegara. Syaratnya, selain  hard skills, kita pun perlu menguasai softskills.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa saja yang  termasuk softskills? Di antaranya kemampuan untuk berkomunikasi,  beradaptasi pada situasi yang berbeda-beda, bernegosiasi, mengatur  waktu, memecahkan masalah, bekerja dalam tim dan memimpin suatu tim.  Gaya kepemimpinan masa kini adalah gaya kepemimpinan yang memberdayakan,  membangun kolaborasi, dan memupuk segenap potensi yang ada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, bagaimana mengasah softskills? Pelajari teorinya lalu praktekan. Niscaya, semakin lama kita akan semakin mahir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itu tadi tiga tantangan saya untuk Anda, yakni:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Bersama-sama membangun kemampuan menjadi produsen TIK,<\/li>\n<li>Menjadikan TIK sebagai katalisator kemajuan bangsa,<\/li>\n<li>Menguasai softskills.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Lima Ide untuk Mencapai Lebih dalam Hidup<br \/>\n<\/strong><br \/>\nSaya  akan menutup sambutan saya dengan menyampaikan lima\u00a0 kiat untuk membuat  Anda lebih sukses dalam hidup. Jadi bagi Anda yang tadi belum menyimak,  sekarang waktunya untuk menyimak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>#1 Ciptakan Mimpi Besarmu<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cita-cita memberikan arah dan momentum dalam hidup. Sukses dalam  kehidupan dibangun dari capaian demi capaian menuju suatu cita-cita.  Ketika kita dihadapkan pada situasi sulit, cita-cita kitalah yang  membuat kita terus bersemangat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>#2 5..4..3..2..1 ACTION!<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBanyak orang punya ide yang hebat, tetapi ide itu tidak kunjung  dilaksanakan. Padahal ide saja tidak akan membawa kita kemana-mana.\u201d  Katanya, kata Motivation berasal dari kata motive dan action. Dengan  kata lain motivation hanya ada bila kita punya tujuan (motive) dan ada  tindakan. Jadi, bila kita merasa kehilangan motivasi dalam hidup ini,  kemungkinan besar kita tidak punya motive dan kurang action.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Banyak  orang memiliki ide, tetapi tidak dilaksanakan hanya karena takut  membuat kesalahan. Hal ini sebenarnya bisa diatasi jika kita dapat  melihat kesalahan sebagai hal yang positif. Kita belajar ketika kita  membuat kesalahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bukankah kita belajar paling banyak ketika  kita membuat kesalahan? Berapa banyak kesalahan dibuat oleh seorang anak  ketika mereka pertama belajar merangkak, lalu berjalan, hingga akhirnya  berlari? Mereka belajar sambil berbuat dan memperbaiki apa yang salah.  Mereka belajar secara alamiah. Tetapi, ketika menjadi dewasa, kita  seringkali lupa bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar.  Kesalahan hanya terjadi ketika kita mengambil tindakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tindakan  adalah dasar dari keberhasilan dalam hidup. Jadi sederhananya, pertama  kita punya tujuan, lalu ambil tindakan, barulah keberhasilan akan  datang. Ingatlah, \u201ca journey of a thousand miles begin with a simple  step\u201d. What will your first step be?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>#3 Semuanya Tergantung Saya, Bukan Orang Lain:\u00a0 If it is to be, it\u2019s up to me<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah  satu tantangan terbesar yang kita hadapi dalam hidup adalah berani  menerima kenyataan bahwa kita bertanggung jawab atas apa yang kita alami  dalam hidup kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita punya kecenderungan untuk menyalahkan  semua orang kecuali diri kita sendiri dari waktu ke waktu. Kenyataannya,  dengan menyalahkan orang lain, kita sebetulnya telah menyerahkan  kontrol terhadap hidup kita dan menghilangkan kesempatan untuk belajar  dari kesalahan yang kita buat. Saat di mana kita berhenti mencari-cari  kesalahan orang lain atas kesalahan yang kita buat, adalah saat di mana  kita mulai menemukan kekuatan untuk berprestasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>#4 Ciptakan Peluang Kita<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peluang tidak datang begitu saja, peluang kita ciptakan. Kita tidak  begitu saja bertemu dengan peluang, melainkan kita mempersiapkan diri  kita dengan pertama-tama membuka wawasan bagi munculnya ide baru dan  masukan-masukan. Semuanya berawal dari keputusan untuk ingin membawa hal  baru dalam hidup kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Belajarlah untuk bertanya. Apa yang saya  ingin lakukan dalam hidup saya? Apa yang saya bisa lakukan untuk  mengubah hidup saya? Atau, di mana saya bisa mendapat informasi yang  akan membantu saya untuk mencapai tujuan saya dengan lebih cepat?  Belajarlah untuk menentukan tujuan dan mengambil tindakan. Karena  tindakanlah yang akan mempersiapkan diri kita untuk bisa mengenali dan  memanfaatkan peluang-peluang dalam hidup kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada banyak peluang  di sekitar kita. Bila kita mencarinya, kita akan menemukannya. Ingatlah  bahwa peluang jarang mengetuk pintu. Kitalah yang harus mengetuk pintu  peluang, bila kita ingin masuk ke dalamnya.<br \/>\n<strong><br \/>\n#5 Investasi Pada Diri Sendiri<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita  tidak perlu kaya dulu untuk menjadi seorang investor. Tetapi  sebaliknya, kita harus menjadi investor bila kita ingin kaya. Dan  ingatlah bahwa dari semua investasi yang bisa kita buat, investasi pada  diri sendiri adalah investasi yang akan memberikan hasil yang terbesar  dan paling penting yang bisa kita harapkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inti dari  berinvestasi pada diri sendiri adalah secara sadar mengontrol hidup kita  dan memutuskan untuk mengalokasikan sebagian dari sumber daya yang  terbatas yang kita miliki untuk pengembangan diri. Suatu pengembangan  keterampilan dari dalam keluar. Keterampilan hidup yang akan  mempengaruhi semangat, sikap, kebiasaan, dan tingkah laku\u2014yang pada  akhirnya akan membuat membentuk nasib kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berinvestasi pada  diri sendiri berarti bukan hanya belajar ,tetapi juga melatih  ketrampilan-keterampilan baru. Itu berarti mengalokasikan sebagian waktu  kita, uang kita, dan energi kita. Itu berarti berkorban sekarang untuk  sesuatu yang penting di masa depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itu tadi adalah lima kiat agar kita bisa mencapai lebih banyak dan lebih baik dalam hidup kita:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Ciptakan mimpimu<\/li>\n<li>5..4..3..2..1 ACTION<\/li>\n<li>Semuanya terserah kita<\/li>\n<li>Ciptakan kesempatan<\/li>\n<li>Investasi pada diri sendiri<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salam hangat penuh semangat<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Betti Alisjahbana<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">( Disadur dari pidato Betti Alisjahbana pada Graduation Speech dalam acara Syukuran dan Pelepasan Wisudawan program  Sarjana dan Paska Sarjana Fasilkom UI\u00a0 4\/2\/2011 )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya baru saja membaca prediksi dari IDC, sebuah lembaga riset yang fokus pada Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). IDC menyatakan bahwa negara-negara di Asia akan menikmati pertumbuhan TIK yang luar biasa, yang dimotori oleh China, India, Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Kesempatan kerja dan berkarir terbuka lebar bagi Anda semua. Bahkan perebutan dan saling bajak tenaga\u2026 <span class=\"read-more\"><a href=\"https:\/\/www.whplus.com\/blog\/2011\/02\/10\/tiga-tantangan-profesi-teknologi-informasi.html\">Read More &raquo;<\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[45],"tags":[],"class_list":["post-465","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-referensi"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.whplus.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/465","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.whplus.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.whplus.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.whplus.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.whplus.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=465"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.whplus.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/465\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":469,"href":"https:\/\/www.whplus.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/465\/revisions\/469"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.whplus.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.whplus.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.whplus.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}