{"id":38,"date":"2008-05-21T16:05:56","date_gmt":"2008-05-21T09:05:56","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.whplus.com\/?p=38"},"modified":"2008-05-21T16:06:59","modified_gmt":"2008-05-21T09:06:59","slug":"menjual-dengan-menyenangkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.whplus.com\/blog\/2008\/05\/21\/menjual-dengan-menyenangkan.html","title":{"rendered":"Menjual dengan Menyenangkan"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Oleh : Betti Alisjahbana<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Disadari atau tidak, hampir semua orang yang sukses, sebetulnya adalah penjual yang efektif. Pebisnis yang sukses, menjual manfaat layanan yang diberikannya. Orang tua yang sukses menjual pada anak-anaknya bagaimana merintis kehidupan yang bahagia dan produktif. Pemimpin yang sukses menjual kemampuannya dalam mencapai tujuan organisasi. Scientist yang sukses berhasil menjual ide-idenya pada mereka yang menyediakan dana untuk riset sehingga mereka dapat melakukan pekerjaannya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Jika Anda bisa menjual dengan baik, kemungkinan besar apapun yang Anda lakukan bisa berhasil. Karenanya  jangan heran bila banyak CEO perusahaan besar berasal dari bagian penjualan dan pemasaran.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Penjualan memang sangat penting, karena produksi tanpa penjualan sama saja dengan kebangkrutan. Ide yang sangat baguspun akan masuk tong sampah hanya karena tidak berhasil dijual.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Memulai dengan Prinsip yang Benar<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Untuk bisa menjual dengan efektif, Anda harus memulai nya dengan prinsip yang benar, yaitu : Kita sukses menjual apabila pembeli merasa gembira dengan apa yang dibelinya serta puas bahwa mereka mengambil keputusan untuk membeli.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Calon pembeli bisa merasakan apakah Anda sekedar ingin mendapatkan uangnya atau Anda peduli pada mereka dan ingin membantu mereka mendapatkan apa yang dibutuhkannya. Apabila Anda melakukannya dengan benar maka pembeli akan percaya pada Anda, menyukai Anda dan bahkan tanpa diminta akan merekomendasikan teman-temannya untuk membeli dari Anda. Buat Anda ini artinya menjual adalah menyenangkan pembeli dan menyenangkan diri Anda juga. Enak kan ?<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Persiapan Sebelum Menjual<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Memulai menjual dengan persiapan mental yang positif sangat penting bagi keberhasilan suatu penjualan.  Untuk itu, lakukan rehearsal dalam benak Anda. Bayangkan suatu proses penjualan dimana calon pembeli menyampaikan kebutuhannya dan Anda berhasil memenuhi kebutuhan itu dan karenanya membuat pelanggan Anda senang dengan keputusannya. Gunakan pikiran positif ini untuk mewujudkan sukses Anda.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Secara lebih terinci proses rehearsal ini dibagi dalam 3 bagian :<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Pertama lepas \tkan sepatu Anda dan pakailah sepatu calon pelanggan Anda. Bayangkan \tAnda di posisi mereka dan bayangkan apa yang sudah mereka miliki \tsekarang, tingkat kepuasan mereka terhadap apa yang sudah mereka \tmiliki dan apa yang akan dibutuhkannya kemudian. Persiapkan topik \tpembicaraan pembuka yang sesuai dengan minat calon pelanggan Anda \tuntuk mencairkan suasana. Cari informasi yang relevan tentang calon \tpelanggan Anda agar bayangan  Anda mendekati hal yang sebenarnya dan \tAnda bisa merencanakan alur pembicaraan yang sesuai.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Selanjutnya \tpikirkan ide\/produk\/jasa yang anda miliki, apa keistimewaannya, \tbayangkan bagaimana ide\/produk\/jasa yang Anda akan tawarkan akan \tmenjawab kebutuhan dan keinginan calon pelanggan Anda.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Bayangkan \tpelanggan Anda membeli ide\/produk\/jasa yang Anda tawarkan, bayangkan \tmereka puas dengan keputusannya itu dan Anda menjalin hubungan yang \tsaling menguntungkan dengan pelanggan secara jangka panjang.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Setelah pikiran positif Anda terbangun, kini saatnya Anda meningkatkan persiapan Anda dengan meng antisipasi apa yang bisa jadi penyebab calon pelanggan Anda tidak membeli dari Anda. Pada umumnya ada 4 penyebab kenapa orang tidak membeli dari Anda :<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Calon Pembeli \tTidak Percaya pada Anda. Dalam hal ini calon pembeli merasa, Anda \thanya ingin menjual produk saja dan akan melakukan segala cara agar \tpembeli mau membeli.Untuk mengatasi hal ini, Anda sekali \tlagi harus mengingat prinsip : Anda sukses menjual apabila pembeli \tmerasa gembira dengan apa yang dibelinya serta puas bahwa mereka \tmengambil keputusan untuk membeli. Lalu cari cara agar  calon \tpembeli merasakan bahwa Anda tulus didalam membantu calon pembeli \tmendapatkan apa yang mereka inginkan.\n<p><\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Calon pembeli \ttidak merasa membutuhkan ide\/produk\/jasa yang Anda tawarkan.Nilai \ttambah penting yang perlu kita berikan kepada calon pelanggan adalah \tmembantu mereka menyadari apa yang sebetulnya mereka butuhkan dan \tinginkan. Untuk ini, kita perlu mengajukan pertanyaan yang tepat dan \tmendengarkan dengan baik.\n<p><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Tanyakan apa yang paling disukai dari ide\/produk\/jasa yang sudah di gunakannya saat ini. Lalu apa yang diinginkan yang tidak dimilikinya saat ini. Dalam proses tanya jawab ini dengarkan dengan baik dan ajukan pertanyaan lanjutan untuk sampai pada apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh calon pembeli. Jangan lupa, rangkum dan konfirmasikan poin-poin yang Anda tangkap. Ini akan membantu Anda ketika Anda mengusulkan ide\/produk\/jasa Anda.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Calon Pembeli \tmerasa apa yang Anda tawarkan tidak lebih baik dari \tpesaingnya.Untuk menjawab hal ini, Anda jangan \tmenjelek-jelekan pesaing, melainkan tunjukan dimana ide\/produk\/jasa \tAnda memiliki kelebihan yang unik, lalu hubungkan kelebihan itu \tdengan kebutuhan dan keinginan calon pelanggan. Sampaikan pula \tbagaimana pelanggan lain sudah memanfaat ide\/produk\/jasa Anda dan \tmerasa puas.\n<p><\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Tidak ada \talasan untuk buru-buru membeli.<\/span><\/span><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Ketika Anda sudah mendapatkan kebutuhan dan keinginan calon pelanggan dan Ide\/Produk\/Jasa Anda pun bisa menjawab kebutuhan dan keinginan itu, calon pelanggan bisa saja masih merasa sekarang belum saatnya untuk membeli.<\/span><\/span>\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Untuk mengatasi hal ini, tawarkan cara agar calon pelanggan mendapatkan keuntungan dengan mendapatkannya sekarang, misalnya saja dengan memberikan bonus layanan khusus atau bonus lainnya yang berlaku untuk waktu terbatas. Juga buatlah resiko pelanggan menjadi kecil sekali, misalnya dengan memberikan tawaran jaminan uang kembali bila ide\/produk\/jasa tidak memberikan kinerja sesuai dengan yang dijanjikan.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">6 Langkah Pada Saat Menjual<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Sebelum \tbertemu calon pelanggan, ingat sekali lagi bahwa tujuan Anda adalah \tmembuat pelanggan Anda gembira dengan keputusannya untuk membeli dan \tpuas dengan apa yang dibelinya.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Cair kan \tsuasana dengan topik pembuka yang sesuai. Cari tau apa yang menjadi \tminat dan kesukaan calon pelanggan Anda, gunakan itu untuk \tmencairkan suasana.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Bantu calon \tpelanggan untuk menemukan apa sebetulnya yang mereka butuhkan :<\/span><\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Tanyakan apa yang disukai dari apa sudah dimiliki sekarang.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Apa yang diinginkan yang belum dimiliki.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Jadilah\tpendengar yang baik, rangkum dan konfirmasikan keinginan-keinginan yang Anda tangkap.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Sampaikan \tbagaiman ide\/produk\/jasa yang Anda jual menjawab kebutuhan dan \tkeinginan calon pelanggan.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Ketika calon \tpelanggan sudah melihat manfaat ide\/produk\/jasa Anda, sampaikan cara \tyang mudah dan beresiko kecil untuk mendapatkannya.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Minta calon \tpelanggan untuk membeli ide\/produk\/jasa yang Anda jual.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><strong><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Pelihara Hubungan Setelah Menjual<br \/>\n<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Setelah jual beli terjadi, jangan tinggalkan pelanggan. Jaga terus hubungan dan lanjutkan usaha Anda untuk membuat Pelanggan gembira dengan keputusannya untuk membeli dan puas dengan ide\/produk\/jasa yang ada jual.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Berikut ini adalah tiga langkah sesudah penjualan :<\/span><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Hubungi lagi \tpelanggan secara teratur untuk meyakinkan mereka puas dengan apa \tyang dibelinya.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Apabila ada \tmasalah segera bantu untuk memecahkannya, gunakan kesempatan ini  \tuntuk memperkuat hubungan. Kepercayaan mereka pada Anda akan \tmeningkat ketika Anda berhasil membantu memecahkan masalah yang \ttimbul.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Ketika \tpelanggan puas, mintalah mereka untuk memberi referensi.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Selamat menjual dengan menyenangkan. Semoga sukses menyertai Anda.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: arial;\">Salam hangat penuh semangat,<\/span><\/span><\/p>\n<p>Source: http:\/\/www.qbheadlines.com\/career.php?cat=8<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Betti Alisjahbana Disadari atau tidak, hampir semua orang yang sukses, sebetulnya adalah penjual yang efektif. Pebisnis yang sukses, menjual manfaat layanan yang diberikannya. Orang tua yang sukses menjual pada anak-anaknya bagaimana merintis kehidupan yang bahagia dan produktif. Pemimpin yang sukses menjual kemampuannya dalam mencapai tujuan organisasi. Scientist yang sukses berhasil menjual ide-idenya pada\u2026 <span class=\"read-more\"><a href=\"https:\/\/www.whplus.com\/blog\/2008\/05\/21\/menjual-dengan-menyenangkan.html\">Read More &raquo;<\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[45],"tags":[44,41,43,42],"class_list":["post-38","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-referensi","tag-jasa","tag-menjual","tag-pembeli","tag-puas"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.whplus.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.whplus.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.whplus.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.whplus.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.whplus.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.whplus.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.whplus.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.whplus.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.whplus.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}